3 Cara Menghitung Persentase Kenaikan Beserta Contohnya

Persen merupakan bilangan yang digunakan untuk menyatakan seberapa besar bagian dari total sebuah nilai. Persen atau persentase dilambangkan dengan simbol % yang memiliki arti sama dengan satu per seratus. Sebagai contoh, 50% adalah sama dengan 50 per 100. Salah satu kegunaan dari persentase adalah mengetahui kenaikan dan penurunan yang terjadi pada suatu hal. Lalu, bagaimana cara menghitung persentase kenaikan dan penurunan tersebut?

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa persentase sering digunakan untuk mewakili suatu data dengan tujuan mempermudah pembaca dalam memahaminya. Jenis bilangan ini biasa ditemukan pada data statistik, suku bunga, jumlah penduduk, dan diskon pada suatu barang. Persentase juga dapat digunakan untuk menghitung kenaikan gaji, kenaikan penjualan barang, hingga kenaikan investasi saham.

Terdapat beberapa cara menghitung persentase kenaikan dan penurunan. Namun, kali ini akan dibahas terlebih dahulu mengenai cara menghitung persentase kenaikan saja. Bagaimana caranya? Simak dengan baik, ya!

BACA JUGA: Cara Menghitung Diskon di Excel. Gampang Banget!

Pengertian persentase kenaikan
iStockPersentase kenaikan adalah perubahan secara relatif yang menunjukkan besarnya kenaikan angka akhir terhadap angka awal. Persentase kenaikan sangat dibutuhkan oleh para pelaku usaha dalam menghitung keuntungan. Hal ini karena dengan menghitung persentase kenaikan, para pelaku usaha atau perusahaan dapat membuat patokan dalam membandingkan kenaikan keuntungan, produksi barang, ataupun penjualan.

Sebagai contoh, persentase kenaikan dapat digunakan untuk menghitung persentase kenaikan penjualan atau omset, persentase kenaikan produksi, persentase kenaikan gaji karyawan, persentase kenaikan harga barang, dan persentase kenaikan suku bunga bank.

Bagaimana konsep persentase kenaikan?
iStockSebelum mengetahui cara menghitung persentase dalam berbagai hal, perlu dipahami bahwa konsep persentase dalam pembahasan ini merupakan bagian dari keseluruhan yang dinyatakan dalam besaran 100 da disimbolkan dengan persen (%).

Dengan begitu, jika Sedulur melihat terdapat angka kenaikan 30%, maka yang dimaksud adalah terdapat 25 kenaikan dari 100 kenaikan yang ada. Sebagai contoh jika sebuah barang memiliki harga awal Rp 2.000 dan mengalami kenaikan sebesar 25%, maka harga barang tersebut akan menjadi Rp 2.500 atau mengalami kenaikan seperempat dari harga awalnya.

Terdapat 3 cara menghitung persentase kenaikan dalam kehidupan sehari-hari. Cara-cara ini dapat diaplikasikan dalam beberapa hal, seperti cara menghitung rata-rata persentase kenaikan dan cara menghitung persentase harga. Berikut adalah penjelasannya.

BACA JUGA: Rumus Perkalian Excel, Mudah Tanpa Perlu Kalkulator

1. Cara menghitung persentase kenaikan pada excel
iStockCara pertama untuk menghitung persentase kenaikan dapat dilakukan dengan Microsoft Excel. Sedulur dapat menggunakan cara ini jika ingin mendapatkan hasil yang lebih cepat, karena Excel akan bekerja secara ortomatis.

Mudahnya, simak langkah-langkah berikut ini.

* Buka program Microsoft Excel dan buka halaman baru dengan klik pilihan New.
* Tulis nilai awal dan nilai akhir dalam kolom berbeda. Nilai awal merupakan nilai di waktu sebelumnya dan nilai akhir merupakan nilai yang terbaru. Nilai ini dapat berupa nilai harga barang, nilai omzet, besaran gaji karyawan atau nilai lain yang ingin dihitung kenaikannya.
* Masukkan rumus pengurangan harga awal dikurangi harga akhir pada kolom C2 menggunakan rumus = A2-B2.
* Masukkan rumus pembagian pada sel D2 yang menghasilkan bilangan desimal dengan rumus = C2/B2.
* Ubah tampilan bilangan menjadi bentuk persentase (%) dengan cara menekan Ctrl diikuti angka 1 (satu) pada keyboard yang menampilkan kotak Format Cells.
* Klik tab “Number” dan pilih “Percentage” di bagian Decimal places.
* Selanjutnya tekan “OK”.
* Hasil persentase kenaikan yang dihitung akan muncul.

2. Cara menghitung persentase kenaikan dengan rumus
iStockCara kedua adalah menggunakan rumus yang cukup sederhana. Berikut adalah rumus yang dapat digunakan.

Persentase Kenaikan (%) = ((Akhir-Awal))/Awal x 100%

Untuk bisa lebih memahami cara menghitung persentase kenaikan dengan rumus, simak contohnya.

Arka merupakan salah satu sales di sebuah dealer mobil. Pada tahun lalu, Arka berhasil menjual mobil sebanyak 50 unit. Kemudian di tahun ini, ia berhasil menjual mobil sebanyak 150 unit. Berapakah persentase kenaikan penjualan yang dilakukan oleh Arka tersebut dan bagaimana cara menghitungnya dengan rumus?

Jawab:

Penjualan awal = 50 unit untuk penjualan tahun lalu.

Penjualan akhir = 150 unit untuk penjualan tahun ini.

Maka,

Persentase Kenaikan (%) = ((Akhir-Awal))/Awal x 100%

Persentase Kenaikan (%) = ((150-50))/50×100%

Persentase Kenaikan (%) = (100/50)x100%

Persentase Kenaikan (%) = 2×100%

Persentase Kenaikan (%) = 200%

Jadi, hasil dari persentase kenaikan penjualan mobil yang dilakukan Arka adalah 200%.

BACA JUGA: 12 Perusahaan Terbesar di Indonesia, Berikut Daftarnya

3. Cara menghitung persentase kenaikan dengan logika
iStockSelain dua cara sebelumnya, persentase kenaikan juga dapat dihitung dengan logika. Untuk lebih mudahnya, simak contoh berikut ini.

Premi asuransi mobil mengalami kenaikan dengan rincian harga sebagai berikut:

Premi sebelum kenaikan Rp 5.000.000 Premi sesudah kenaikan Rp 5.750.000

Cara menghitung persentase kenaikan dengan logika adalah dengan mengurangi angka awal dengan angka akhir. Maka,

Nilai Akhir – Nilai Awal = 5.750.000 – 5.000.000 = Rp 750.000

Dari cara menghitung tersebut, persentase kenaikannya belum bisa ditemukan. Maka dari itu, dibutuhkan cara menghitung persentase kenaikan dengan logika berikutnya, yakni dengan membagi nilai selisih yang didapat dengan angka awal lalu dikalikan dengan 100%. Maka,

Persentase Kenaikan (%) = Nilai Selisih : Nilai Awal x 100%

Persentase Kenaikan (%) = Rp 750.000 : Rp 5.000.000 x 100%

Persentase Kenaikan (%) = 0.15 x 100% = 15%

Jadi, hasil untuk kenaikan premi asuransi mobil tersebut adalah sebesar 15%.

Contoh menghitung persentase kenaikan
iStockMenghitung persentase kenaikan dapat diterapkan dalam aktivitas harian. Sedulur dapat mencoba menghitungnya pada beberapa hal berikut.

1. Cara menghitung persentase kenaikan penjualan

Pak Bimo memiliki sebuah dealer motor yang dapat menjual sejumlah 76 unit motor pada tahun 2020. Tidak disangka, pada tahun 2021, penjualan dealer motor Pak Bimo mengalami kenaikan menjadi 105 unit. Berapa persentase kenaikan penjualan dealer motor Pak Bimo?

Persentase Kenaikan (%) = (Akhir-Awal)/Awal x 100%

Persentase Kenaikan (%) = (105-76)76 x 100%

Persentase Kenaikan (%) = 0,38 x 100%

Persentase Kenaikan (%) = 38%

Dari perhitungan tersebut, maka disimpulkan bahwa kenaikan persentase penjualan dealer motor Pak Bimo adalah sebesar 38%.

BACA JUGA: Begini Cara Menghitung Laba Toko Kelontong yang Harus Sedulur Ketahui

2. Cara menghitung persentase kenaikan saham

Kenaikan saham identik dengan keuntungan. Cara untuk menghitung persentase keuntungan saham dapat dilakukan melalui keuntungan capital gain dan dividen. Capital gain adalah keuntungan yang didapat dari menjual saham di harga yang lebih tinggi daripada saat pembelian. Sementara dividen adalah jenis keuntungan dalam investasi saham yang diperoleh dari hasil pembagian keuntungan perusahaan yang sahamnya dibeli.

Lebih jelasnya, simak contoh berikut:

Misalkan Ani membeli saham X pada harga Rp 1.000 per lembar sebanyak 5.000 lembar. Kemudian selang beberapa waktu, harga saham mengalami kenaikan menjadi Rp 1.500 per lembar dan Ani ingin menjualnya.

Pada saat yang bersamaan, perusahaan yang sahamnya Ani beli memutuskan untuk membagikan dividen Rp 300 untuk setiap lembar sahamnya.

Dividen : Rp 300 x 5.000 lembar = Rp 1.500.000

Capital gain : (Rp 1.500 – Rp 1.000) x 5.000 lembar = Rp 2.500.000

Jadi, total keuntungan yang Ani dapatkan adalah 80%. Dividen + Capital Gain = Rp 1.500.000 + Rp 2.500.000 = Rp 4.000.000.

3. Cara menghitung persentase kenaikan gaji

Contoh lainnya adalah menghitung persentase kenaikan gaji. Simak caranya berikut ini.

* Kurangi gaji yang baru dengan gaji yang lama. Misal Indri memperoleh Rp 45.000.000 per tahun di pekerjaan sebelumnya, lalu ia menerima jabatan baru dengan gaji Rp 50.000.000 per tahun. Maka, kurangi Rp 50.000.000 dengan Rp 45.000.000 = Rp 5.000.000.
* Bagi selisih gaji dengan gaji yang lama. Untuk mengubah jumlah kenaikan menjadi persentase, langkah pertama adalah menghitungnya sebagai desimal dengan membagi selisih dengan jumlah gaji yang lama. Maka, Rp 5.000.000 dibagi dengan Rp 45.000.000. Dengan begitu hasilnya adalah 0,111.
* Kalikan bilangan desimal tersebut dengan 100. Maka, 0,111 x 100 = 11,1%.
* Dengan begitu, gaji yang diterima Indri pada pekerjaan barunya adalah 11,1 % lebih tinggi daripada pekerjaan yang lama. Dengan kata lain, Rp 50.000.000 adalah sekitar 11,1% dari Rp 45.000.000.

Sekian informasi mengenai cara menghitung persentase kenaikan beserta contohnya. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan Sedulur untuk dapat menghitung persentase kenaikan dalam aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah. Selamat belajar!

Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? Aplikasi Super solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.

Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat Aplikasi Super. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.