7 Contoh Proposal Usaha Makanan Yang Mudah Dibuat Dan Sering Dipakai

Proposal usaha adalah salah satu hal yang banyak dilakukan pengusaha sebelum memulai bisnisnya. Bisa dikatakan, sebuah proposal usaha merupakan dokumen perencanaan bisnis yang ideal. Dengan begitu, pengusaha bisa mengetahui hal-hal rinci dari berbagai aspek yang berhubungan dengan bisnis.

Contohnya bisa terlihat pada proposal usaha makanan. Penyusunan proposal usaha tersebut membuat pengusaha bisa mengetahui peluang memasuki pasar, analisis SWOT, estimasi modal, hingga detail produk yang dijual.

Contoh Proposal Usaha Makanan yang Sering Dipakai
Inilah contoh proposal usaha makanan (Foto: 123rf)Untuk kamu yang sedang mencari contoh proposal usaha makanan yang mudah dibuat dan sering dipakai, simak ulasannya berikut ini.

1. Usaha puding
Contoh proposal usaha makanan pertama adalah puding. Untuk melihat contoh pembuatan proposalnya adalah sebagai berikut.

Judul Proposal Usaha: Puding Nata de Coco

Bahan dan Alat yang Digunakan:

• 1 bungkus agar-agar rasa strawberry

• 1 bungkus Nata de Coco

• 1 bungkus susu bubuk

• 7 gelas belimbing air

• 8 sdm gula pasir

Cara Pembuatan:

• Pertama, campurkan agar-agar, gula pasir, dan susu ke dalam panci, lalu aduk sampai rata.

• Selanjutnya, tambahkan air dan panaskan hingga mendidih dan aduk lagi sampai rata.

• Siapkanlah wadah dan tuang selapis adonan atau sekitar 2 mm.

• Tuang kembali selapis adonan saat adonan pertama sudah mengeras.

• Selanjutnya, diamkan sejenak sampai mengeras, kemudian kamu bisa tambahkan Nata de Coco di atas pudingnya.

• Puding Nata de Coco pun siap disajikan.

Rincian Biaya:

• Modal awal: Rp30.000

• 1 pack susu: Rp10.000

• 1 pack agar-agar strawberry: Rp3.000

• 250 gram gula: Rp3.500

• 1 pack kap puding: Rp5.000

• 1 pack sendok plastik: Rp2.000

• Total: Rp23.500

Biaya yang dibutuhkan untuk satu kali produksi adalah Rp23.500 dengan memakai peralatan milik pribadi.

Penghasilan Produksi:

• Harga jual produk x estimasi produksi per hari:

= Rp1.500 x 25

= Rp37.500

Laba Bersih:

• Penghasilan produksi – penghasilan operasional:

= Rp37.500 – Rp23.500

= Rp14.000

Analisis SWOT:

• Keunggulan:

1. Varian puding memiliki rasa yang beragam.

2. Menambahkan Nata de Coco memberikan rasa yang kenyal ketika dikonsumsi.

• Kelemahan:

1. Kualitas rasa menurun jika produk sudah dingin.

• Sasaran:

1. Anak-anak sekolah dan juga mahasiswa.

• Hambatan:

1. Adanya rasa jenuh pada konsumen ketika mengkonsumsi puding.

2. Usaha salad buah
Selanjutnya, ada contoh proposal usaha makanan seperti salad buah. Simak ulasannya di bawah ini.

Judul Proposal Usaha: Salad Buah

Bahan Baku dan Alat yang Digunakan:

• 1 buah melon: Rp10.000

• 2 buah apel: Rp4.000

• 1 kg pepaya: Rp4.000

• 1/2 kg bengkuang: Rp2.000

• 1 buah nanas: Rp3.000

• 1 kaleng susu kental: Rp7.500

• 2 bungkus mayones: Rp4.000

• 1/2 kg keju: Rp8.000

• 1 bungkus wadah gelas: Rp10.000

• 1 bungkus sendok plastik: Rp10.000

• Total: Rp62.500

Perhitungan Keuntungan:

• Produksi salad buah:

1. Harga jual: Rp3.000/bungkus x 30 bungkus = Rp90.000

2. Harga bahan baku: Rp62.500

• Keuntungan yang didapat: Rp90.000 – Rp62.500 = Rp27.500

Analisis SWOT:

• Kelebihan:

1. Harga produk ekonomis dan juga higienis.

2. Inovasi rasa yang berbeda dengan produk sejenisnya.

• Kelemahan:

1. Harga bahan baku yang tidak stabil.

• Sasaran:

1. Tempat strategis.

2. Masyarakat yang konsumtif.

3. Konsumen vegetarian.

• Hambatan:

1. Cukup banyak pesaing bisnis.

Baca Juga: 12 Bisnis Makanan Online untuk Pemula dengan Modal Minim dan Untung Besar.

3.Usaha roti bakar
Selanjutnya ada contoh membuat proposal usaha makanan tradisional. Usaha roti bakar juga bisa menjadi contoh proposal usaha makanan yang sering digunakan. Cara membuatnya bisa kamu simak di bawah ini.

Judul Proposal Usaha: Roti Bakar

Variasi Rasa Roti Bakar:

• Cokelat

• Kacang

• Keju

• Strawberry

• Blueberry

• Nanas

• Srikaya

Rincian Harga Roti Bakar:

• Komplit: Rp15.000

• Nanas + Strawberry: Rp10.000

• Nanas: Rp10.000

• Strawberry: Rp10.000

• Kacang: Rp12.000

• Kacang + Strawberry: Rp10.000

• Kacang + Nanas: Rp10.000

• Kacang + Blueberry: Rp10.000

• Cokelat: Rp12.000

• Cokelat + Strawberry: Rp10.000

• Cokelat + Nanas: Rp10.000

• Cokelat + Kacang: Rp12.000

• Blueberry + Strawberry: Rp10.000

• Blueberry + Nanas: Rp10.000

• Blueberry + Cokelat: Rp11.000

• Srikaya + Blueberry: Rp10.000

• Srikaya + Nanas: Rp10.000

• Srikaya + Kacang: Rp12.000

• Srikaya + Cokelat: Rp12.000

• Keju + Cokelat: Rp12.000

• Keju + Srikaya: Rp12.000

Perencanaan Keuangan:

Modal awal: Rp5.000.000

Pendapatan:

• Rata-rata penjualan per malam: 15 bungkus

• Harga rata-rata: Rp11.000 x 15 = Rp165.000

• Penghasilan bruto per malam = Rp165.000

Laba kotor:

• Harian: Rp165.000

• Bulanan: Rp4.950.000

Biaya operasional per bulan:

• Gaji karyawan: Rp600.000

• Biaya transportasi: Rp200.000

•Biaya sewa tempat: Rp200.000

• Biaya bahan: Rp2.500.000

• Total biaya operasional: Rp3.500.000

Laba bersih per bulan:

• Laba kotor – total biaya operasional = Rp4.950.000 – Rp3.500.000 = Rp1.450.000

4. Usaha kue atau roti
Usaha kue atau roti adalah bisnis yang memerlukan proposal makanan (Foto: 123rf)Contoh membuat proposal usaha makanan tradisional yang bisa kamu coba adalah usaha kue. Langkah-langkahnya bisa kamu simak di bawah ini.

Judul Proposal Usaha: Kue atau Roti

Bahan dan Alat yang Dibutuhkan:

• 34 kg tepung terigu

• 6 kg selai (nanas, strawberry, cokelat)

• 17 kg gula pasir

• 17 kg mentega

• 70 butir telur

• 1.000 gram ragi

• 200 gram garam

Proses Pembuatan:

• Pertama, siapkanlah bahan-bahan pembuatan roti seperti tepung terigu, selai, gula pasir, mentega, telur, ragi, dan garam.

• Kemudian, timbanglah bahan-bahan tadi sesuai takaran.

• Campurkan semua adonan dan aduk menggunakan mixer dan masukkan air secukupnya.

• Saat sudah menjadi adonan, diamkan selama 10 menit.

• Selanjutnya, bagi adonan sesuai dengan keinginan.

• Ketika roti sudah dikembangkan, dibentuk, dan diisi, selanjutnya masukkan pada loyang besar untuk di oven selama lebih kurang 15 menit.

• Setelah itu, dinginkan rotinya sekitar 1 jam.

• Saat rotinya dingin, lakukan pengemasan. Roti pun siap disajikan.

Analisis SWOT:

• Kelebihan:

1. Tampilan dan cita rasanya sangat khas dan berbeda dengan roti lainnya.

• Kelemahan:

1. Tidak bisa tahan lama dan mudah ditiru.

• Sasaran:

1. Budaya konsumtif masyarakat merupakan peluang utama mendapatkan keuntungan.

• Hambatan:

1. Harga bahan baku yang tidak stabil.

Perencanaan Biaya:

• 34 kg tepung terigu: Rp255.000

• 6 kg selai (nanas, strawberry, cokelat): Rp40.000

• 17 kg gula pasir: Rp180.000

• 17 kg mentega: Rp160.000

• 70 butir telur: Rp110.000

• 1.000 gram ragi: Rp50.000

• 200 gram garam: Rp45.000

• 90 buah plastik: Rp100.000

• Total: Rp940.000

Perkiraan total biaya alat: Rp500.000

Proyeksi penjualan per hari: Rp1.800.000

Laba bersih: Rp1.800.000 – (Rp940.000 + Rp500.000) = Rp360.000

Laba bersih yang diterima per hari = Rp360.000

Baca Juga: Cara Membuat Bisnis Plan untuk Memulai Membangun Usaha.

5. Usaha donat
Usaha donat juga bisa kamu coba nih sebagai bisnis makanan yang menarik dan mudah dibuat. Tahapan pembuatan proposalnya bisa kamu lihat di bawah ini.

Judul Proposal Usaha: Donat Tape Singkong

Bahan dan Peralatan:

• Tepung terigu

• Mentega

• Telur

• Gula pasir

• Susu bubuk

• Tape singkong

• Minyak goreng

• Ragi instan

• Bahan taburan

• Wajan

• Baskom

• Cetakan donat

• Kompor

• Gas

Cara Pembuatan:

• Pertama, campurkan terigu, gula pasir, ragi instan, susu bubuk, dan baking powder.

• Aduklah sampai rata dan tambahkan tape singkong.

• Masukkan telur dan air es secukupnya sambil diaduk.

• Selanjutnya, masukkan margarin sampai adonan elastis dan diamkan selama 15 menit.

• Kempiskan adonan dan bentuk bulat seberat 15 gram. Selanjutnya, diamkan selama 10 menit.

• Buatlah bentuk bulat lagi dan letakkan di loyang yang sudah ditaburi terigu tipis sampai mengembang.

• Gorenglah dalam minyak padat yang sudah panas.

• Ketika sudah terlihat matang, angkat dan tiriskan.

Harga Pokok dan Harga Jual:

• Modal awal: Rp100.000 dan berhasil membuat 70 buah donat.

• Perhitungan menentukan harga pokok:

= Modal awal : Banyaknya produk yang dihasilkan

= Rp100.000 : 70

= Rp1.428,57 dan dibulatkan menjadi Rp1.500

• Perhitungan menentukan harga jual:

= Harga pokok + (Harga pokok x 33%)

= Rp1.500 + (Rp1.500 x 33%)

= Rp1.500 + Rp495

= Rp1.995 dan dibulatkan menjadi Rp2.000

6. Usaha sandwich
Contoh proposal usaha makanan selanjutnya adalah sandwich. Langkah-langkah pembuatan proposalnya adalah sebagai berikut.

Judul Proposal Usaha: Sandwich

Kebutuhan Modal Awal:

• Oven untuk membuat baguette (roti lonjong ala Perancis): Rp5.000.000

• 2 kios (Rp3.000.000/kios): Rp6.000.000

• Persediaan filling atau isi sandwich untuk 2000 sandwich: Rp4.000.000

• Bahan promosi seperti spanduk, pamflet, kartu nama: Rp1.000.000

• Total: Rp16.000.000

Ongkos Rutin Bulanan:

• Gas elpiji: Rp27.500 x 4 = Rp110.000

• Kemasan sandwich: Rp300.000

• Saus tomat, cabai, mayones, mentega: Rp250.000

• Total: Rp660.000

Estimasi Pemasukan:

• Setiap kios diperkirakan dapat menjual sandwich sebanyak 50 buah per hari.

• Jika target konsumen adalah pegawai kantoran, maka ada 20 hari kerja dalam sebulan.

• Artinya, penjualan per bulan untuk satu kios adalah 1.000 buah sandwich.

• Total ada 2 kios, jadi 2.000 sandwich per bulan.

• Laba kotor: Laba per sandwich = Rp2.000

• Laba kotor per bulan: Rp2.000 x 2.000 sandwich = Rp4.000.000

• Estimasi laba per bulan:

= (Pemasukan – Pengeluaran)

= (Laba kotor – Ongkos)

= (Rp4.000.000 – Rp660.000)

= Rp3.340.000

Baca Juga: Cara Membuat Surat Keterangan Usaha untuk Kelengkapan Bisnis.

7. Usaha cassava castle
Contoh proposal usaha makanan terakhir yang bisa kamu coba adalah cassava castle. Langkah-langkah pembuatannya bisa kamu lihat di bawah ini.

Judul Proposal Usaha: Cassava Castle

Deskripsi Bisnis:

Cassava castle menggunakan dua kata, cassava berarti singkong dan castle berarti istana. Bisa dikatakan, cassava castell adalah perusahaan yang bergerak di bidang makanan berbahan singkong dan disajikan dalam bentuk bermacam-macam.

Produk:

• Cassavagar: Vanila, green tea, oreo, cokelat, cappucino, taro, tiramisu, aneka rasa buah, es krim, dan keju.

• Cassavalt: Saus padang, saus tiram, saus asam manis, cabai hijau, rendang, opor, kari ayam, bakso, soto.

Keunikan dalam Cassava Castle:

• Menunggu hidangan disajikan:

Pembeli dapat menikmati fasilitas bermain di mejanya. Tujuannya mengurangi waktu menunggu.

• Sistem penjualan:

Kedai dibuat seperti prasmanan khusus untuk memilih topping sesuai pilihan pembeli. Secara visual mirip dengan tempat jual kue di kios-kios secara umum.

• Desain kedai:

Bangunan memakai nuansa all cassava dengan cat tembok menggunakan gambar daun singkong, kursi terbuat dari kayu, dan pintu masuk dihias dengan desain arsitek interior.

• Jasa event organizer:

Pengunjung yang berulang tahun mendapatkan hidangan gratis dan surprise dari karyawan kedai. Syaratnya adalah melampirkan fotokopi KTP.

Kesimpulan:

Bisnis makanan dengan bahan singkong diprediksi bisa mendapatkan keuntungan. Cassava castle bisa menjawab julukan harga kaki lima, fasilitas bintang lima.

Demikianlah tujuh contoh proposal usaha makanan yang mudah dibuat dan sering dipakai banyak orang. Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat. Selain itu, kamu juga bisa coba untuk memulai bisnis lainnya lho dengan bergabung dengan Mitra Bukalapak.