Perkembangan Moral Pada Anak

Perkembangan Moral Pada Anak

Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, pemerintah selama ini telah berusaha

mengembangkan banyak program pendidikan yang melibatkan berbagai lembaga yang ada di

dalam masyarakat, program pendidikan tersebut guna menjangkau seluruh warga masyarakat

dari yang atas sampai lapisan paling bawah. Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan

pendidikan yang amat mendasar, karena pada masa usia dini merupakan masa emas (golden

age) dan peletak dasar bagi pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya.

Pembelajaran moral pada anak usia dini dimulai dengan mengenalkan baik dan buruk.

Pengenalan nilai dengan harapan anak mampu mengenal sehingga berkeinginan untuk

melakukan tindakan yang baik pula. Pembelajaran moral untuk anak usia dini dapat

dilaksanakan menggunakan cerita-cerita atau dongeng kepahlawanan dan keluhuran budi

pekerti tokoh dalam cerita (Lickona, 2014: 7). Senada dengan pendapat tersebut, dijelaskan

oleh Zubaedi (2017; 35) metode yang digunakan untuk 38 mengembangkan moral anak usia

dini adalah metode bercerita dan contextual learning. Metode bercerita mampu meningkatkan

moral judgement antara diri anak dan orang lain. Tujuan penggunaan metode bercerita yaitu

untuk memberikan pengalaman belajar anak untuk memperoleh pesan dalam cerita yang

didengarkan. Melalui metode bercerita anak menyerap pesan-pesan yang dituturkan melalui

kegiatan bercerita. Nilai cerita yang penuh dengan nilai-nilai yang baik perlu dipahami anak

dan diimplementasikan dalam beraktivitas sehari-hari. Tujuan yang lain menggunakan

metode bercerita yaitu memberikan informasi dan mengembangkan nilai-nilai sosial, moral,

Depdiknas (2004: 12) mendefinisikan bahwa Metode bercerita adalah cara bertutur kata

penyampaian cerita atau memberikan penjelasan kepada anak secara lisan, dalam upaya

mengenalkan ataupun memberikan keterangan hal baru pada anak”. Metode bercerita ini

cenderung lebih banyak digunakan, karena anak TK dan SD biasanya senang jika

mendengarkan cerita dari guru. Agar bisa menarik minat anak untuk mendengarkan, tentunya

cerita yang dibawakan harus tepat sesuai dengan usia anak dan memuat nilai-nilai moral yang

hendak disampaikan oleh guru kepada anak.

Berikut tahap perkembangan moral pada anak yang perlu diketahui:

Seorang bayi belum memiliki kapasitas untuk mengembangkan kecerdasan moralnya. Yang ia

miliki hanyalah rasa benar dan salah terhadap sesuatu yang berlaku untuk dirinya sendiri.

Contohnya: Bagi bayi, rasa lapar itu adalah salah, sehingga ia menangis saat lapar.

Menginjak satu tahun, anak belum memiliki kemampuan untuk menilai sesuatu sebagai benar

atau salah. Patokan baginya hanyalah apa yang mama dan papa katakan padanya.

Inilah saat di mana anak mulai memasukkan nilai-nilai keluarga ke dalam dirinya. Apa yang

penting bagi mama dan papa juga akan menjadi penting baginya. Di sinilah Anda mulai dapat

mengarahkan perilakunya, sehingga sesuai dengan aturan dalam keluarga. Dalam tahap inilah

seorang anak mulai memahami bahwa apa yang mereka lakukan akan memengaruhi orang