Tata Cara Wudhu Yang Benar Sesuai Tuntunan Rasulullah

Pecihitam.org – Selaku umat islam, memahami Tata cara wudhu yang benar menjadi penting dikarenakan banyak ibadah yang harus diawali dengan berwudhu terlebih dahulu. Tanpa wudhu, ibadah yang dilaksanakan tidak akan sah. Sayangnya, kita kerap menyepelekan proses saat wudhu. Kita cenderung melupakan tahapannya dengan sembarangan asal selesai.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.
DONASI SEKARANG

Maka dari itu, agar wudhu kita sempurna, kita mesti memperhatikan bagaimana tata cara berwudhu yang benar. Ini dia tata urutan wudhu yang sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW:

Berwudhu diawali dengan Membaca basmalah, lalu Membasuh kedua tangan sebanyak tiga kali yang dilanjutkan dengan Berkumur sebanyak tiga kali, kemudian mengerjakan Rukun Wudhu, yaitu:

Pertama, niat wudhu dibarengi dengan membasuh wajah.

Berikut niat saat wudhu :

نَوَيْتُ الْوُضُوْءِ لِرَفْعَ الْحَدَثِ الأَصْغَرِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَي

Nawaitul wudlu`a li rof’il hadatsil ashghori fardlan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat berwudlu untuk menghilangkan hadats kecil, fardlu karena Allah Ta’ala”

Pengucapan niat ini dilakukan berbarengan mulut mengucapkan kalimat “nawaitu…” hingga akhir, hati berbisik dan menyengaja berkehandak untuk niat “Aku niat berwudlu …” hingga akhir, dan tangan membasuhkan air ke wajah. Tiga hal tersebut harus dilakukan dengan berbarengan untuk memenuhi ketentuan tata cara wudhu yang benar agar wudhu kita menjadi sah.

Kedua,membasuh wajah secara keseluruhan dan dilebihkan sedikit. Sembari membasuh, sambil berdoa:

اللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِيْ يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ

Allahumma bayyidl wajhi yauma tabyadldlu wujuuhun wa taswaddu wujuuh

“Ya Allah, putihkanlah wajahku di hari ketika wajah-wajah memutih dan menghitam.”

Ketiga,membasuh kedua tangan secara sempurna.

Membasuh tangan dilaksanakan dengan dengan menggosok sela-sela jemari, membasuhnya hingga siku. Untuk meminimalisir kurangnya bagian dari tangan yang terkena air maka dilebihkan sedikit hingga ke atasnya siku.

Saat membasuh tangan kanan, berdoa:

اللَّهُمَّ أَعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِيَمِينِيْ وَحَاسِبْنِيْ حِسَابًا يَسِيرًا

Allahumma a’thini kitaabi biyamiini, wa haasibni hisaaban yasiiran.

“Ya Allah, berikanlah kitab amalku (kelak di akhirat) pada tangan kananku, dan hisablah aku dengan hisab yang ringan”

Sedangkan saat membasuh tangan kiri, berdoa:

اللَّهُمَّ لَا تُعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِشِمَالِيْ وَلَا مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِيْ

Allahumma laa tu’thini bi syimaali, wa laa min waraa`i dzahri

“Ya Allah, jangan Kau berikan kitab amalku (kelak di akhirat) pada tangan kiriku, dan jangan pula diberikan dari balik punggungku”.

Keempat, mengusap sebagian kepala. Cara paling sempurna adalah mengusap kepala dari depan ke belakang dan dikembalikan lagi ke depan, demikian diulang sebanyak 3 kali. Sambil berdoa:

اللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ وَأَظِلَّنِيْ تَحْتَ عَرْشِكَ يَوْمَ لَا ظِلَّ إلَّا ظِلُّك

Allahumma harrim sya’ri wa basyari ‘ala an-naari wa adzilni tahta ‘arsyika yauma laa dzilla illa dzilluka.

“Ya Allah, halangi rambut dan kulitku dari sentuhan api neraka, dan naungi aku dengan naungan singgasana-Mu, pada hari ketika tak ada naungan selain naungan dari-Mu”.

Kelima, mengusap telinga, area dalam dan area luarnya. Cara melakukannya yang sempurna ialah masukkan jari telunjuk pada lubang telinga bagian dalam, lalu gunakan jari jempol untuk mengusap area luar daun telinga, dilanjut mengusap daun telinga dari bawah ke atas dan diulang sebanyak tiga kali.

Pada saat mengusap daun telinga, dalam hati berdoa:

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ

Allahumma ij’alni minalladziina yastami’uunal qoula fayattabi’uuna ahsanahu.

“Ya Allah, jadikanlah aku orang-orang yang mampu mendengar ucapan dan mampu mengikuti apa yang baik dari ucapan tersebut”.

Keenam, membasuh kaki secara sempurna. Caranya adalah dengan menggosok sela-sela jari kaki. Menggosok sela-sela kaki kanan dengan tangan kiri, dan menggosok sela-sela jari kaki kiri dengan tangan kanan. Disempurnakan dengan memanjangkan basuhan hingga diatas kaki.

Rasulullah sangat menganjurkan melebihkan basuhan muka dan memanjangkan basuhan kaki serta tangan. Beliau bersabda bahwa kelak di akhirat, orang-orang yang berwudlu dengan cara demikian, akan bersinar wajah, kedua tangan, dan kedua kakinya.

Saat membasuh kaki kanan berdoa:

اللهم اجْعَلْهُ سَعْيًا مَشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا. اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمِيْ عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ الْأَقْدَامُ

Allahumma ij’alhu sa’yan masykuuran wa dzamban maghfuuran wa ‘amalan mutaqabbalan. Allahumma tsabbit qadami ‘ala shiraathi yauma tazila fiihi al-aqdaam.

“Ya Allah, jadikanlah (segenap langkahku) sebagai usaha yang disyukuri, sebagai penyebab terampuninya dosa dan sebagai amal yang diterima. Ya Allah, mantapkanlah telapak kakiku saat melintasi jembatan shirathal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki yang tergelincir”

Saat membasuh kaki kiri berdoa:

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ تَنْزِلَ قَدَمِيْ عَنِ الصِّرَاطِ يَوْمَ تَنْزِلُ فِيْهِ أَقْدَامُ الْمُنَافِقِيْنَ

Allahumma inni a’uudzu bika an tanzila qadami ‘an ash-shiraathi yauma tanzilu fiihi aqdaamul munaafiqiin

“Ya Allah, aku berlindung pada-Mu, dari tergelincir saat melintasi jembatan shirathal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki orang munafik yang tergelincir”.

Yang terakhir yakni tertib dan melakukan semua rukun secara berkesinambungan tanpa ada pemisah. Batas pemisah ini bisa ditandai dengan sebelum keringnya bekas basuhan pada rukun sebelumnya.

Rasulullah mengajarkan tata cara wudhu yang benar secara detail dan tersusun rapi. Hal ini dimaksudkan agar kita sebagai umatnya menjadi terbiasa dengan hal-hal yang detail dan rapi. Dengan berwudu kita tidak hanya dilatih untuk bersuci saja melainkan juga melatih ketelitian kita menjadi lebih tajam.

Santri Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan
Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Latest posts by Habib Mucharror (see all)